Oleh: Arif Gunawan | April 25, 2008

Metode Konservasi BCB dari Perunggu

Benda cagar budaya yang terbuat dari perunggu kebanyakan telah mengalami korosi saat ditemukan. Kerusakan perunggu biasanya disebabkan adanya pengaruh kelembapan dan kondisi di sekitarnya. Khlorida, karbonat, oksida dan sulfat menjadi penyebab terjadinya korosi pada perunggu.

Dalam melakukan konservasi terhadap bcb dari perunggu harus dilakukan secra hati-hati, karena tidak semua korosi pada perunggu berbahaya. Yang harus diperhatikan adalah lapisan patina dari perunggu tersebut jangn sampai rusak atau hilang karena dapat menyebabkan kerusakan perunggu semakin parah.

Sebelum melakukan tindakan konservasi, perlu dilakukan observasi dulu terhadap jenis kerusakannya sehingga diketahui faktor yang menyebabkan korosi.

Ada beberapa cara untuk melakukan konservasi pada perunggu yaitu pembersihan kimiawi, elektrokimia, elektrolisa dan cara tradisional. sebelum dilakukan tindakan konservasi sebaiknya perunggu yang kotor dibersihkan dahulu secara mekanis menggunakan sikat dengan air dingin diselingi penyiraman air panas. hal tersebut dimaksudkan agar debu dan kerak yang menempel pada permukaan perunggu terlepas

Pembersihan Kimiawi

Bahan kimia yang dipakai adalah Alkali Gliserol berupa campuran 120 gr sodium hidroksida (NaOH) dan 40 ml gliserin. kedua bahan tersebut dilarutkan dengan aquadest sampai mencapai volume 1000 ml. metode pembersihannya adalah kapas yang telah dibasahi dengan Alkali Gliserol ditempelkan pada permukaan perunggu. Tunggu sampai kapas berubah warna jadi biru. lepas kapas kemudian perunggu dicuci di bawah air mengalirdengan menggunakan sikat nilon secara hati-hati. jika masih terdapat korosi pada permukaan perunggu pembersihan dapat diulangi sampai bersih.

Bahan lain yang digunakan adalah Alkali Roshella Salt (Sodium Potasium Tartrate). Bahannya terdiri dari 50 gr NaOH dan 150 gr sodium potasium tartrate yang dilarutkan dengan aquadest sampai mencapai volume 1000 ml. Dapat juga digunakan campuran Sodium karbonate dan Sodium bikarbonate dengan kadar 10%. Metode pembersihannya sama dengan metode pembesihan dengan Alkali Gliserol.

Elektrokimia

Bahan yang digunakan adalah 5% larutan NaOH dan seng granular. Seng butiran berfungsi sebagai kutub positif sedangkan perunggu yang akan dibersihkan berfungsi sebagai kutub negatif. Pembersihan dilakukan secara hati-hati. lama perendaman sekitar 1 menit, kemudian dicuci di bawah air mengalir. ulangi pembersihan sampai perunggu bersih.

Elektrolisa

Bahan yang diperlukan adalah 50% NaOH, 2 lembar lempengan besi, accu 12 volt. Lempengan besi sebagai kutub positif sedangkan perunggu dihubungkan dengan kutub negatif. Permukaan perunggu harus bersih dari debu dan kerak yang menempel agar proses aelektrolisa tidak terganggu. lama elektrolisa sekitar 0,5 – 1 menit kemudian dicuci di bawah air mengalir. Dapat diulangi bila belum bersih.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori