Oleh: Arif Gunawan | April 28, 2008

Kerusakan dan Pelapukan Benda Cagar Budaya

Yang dimaksud dengan kerusakan benda cagar budaya adalah suatu proses perubahan bentuk yang terjadi pada suatu benda dimana jenis dan sifat fisik maupun kimiawinya tetap berubah. Sedangkan pelapukan adalah proses penguraian dan perubahan dari bahan asli ke bahan lain dimana sifat fisik dan kimia dari benda tersebut mengalami perubahan.

Kerusakan fisik

Kerusakan fisik adalah jenis kerusakan benda cagar budaya yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik misalnya: suhu, kelembapan, angin, air, hujan, penguapan. Kerusakan yang diakibatkan faktor di atas antara lain mengelupas, retak, pecah, dan lain-lain.

Kerusakan mekanis

Yang dimaksud dengan kerusakan mekanis adalah kerusakan benda cagar budaya yang diakibatkan oleh gaya mekanis. kerusakan yang terjadi adalah retak, geser, dan lain-lain.

Pelapukan khemis

Pelapukan khemis adalah pelapukan yang terjadi akibat dari proses atau reaksi kimia. Faktor yang berperan adalah air, penguapan, suhu. Kerusakan yang terjadi dapat berupa proses oksidasi, hidrasi, hidrolisis, karbonasi, sulfatasi, dan lain-lain.

Pelapukan biologis

Pelapukan biologis adalah pelapukan yang erjadi akibat adanya kegiatan mikroorganisme, seperti lumut, algae, jamur, bakteri, serangga, dan lain-lain. Kerusakan yang ditimbulkan berup diskomposisi struktur benda, pelarutan unsur dan mineral, dan lain-lain.

Penyebab kerusakan dan pelapukan benda cagar budayadapat dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang berpengaruh terhadap kerusakan dan pelapukan benda meliputi: kualitas dan jenis bahan, tehnologi pembuatan/struktur bangunan, letak/posisi bangunan, sifat tanah dasar, letak geografis.

Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kerusakan dan pelapukan benda meliputi faktor fisis, biologis, kimiawi, manusia, bencana alam dan lain sebagainya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori