Oleh: Arif Gunawan | April 29, 2008

Belajar di Borobudur


Orang ramai-ramai ke Borobudur kebanyakan hanya sekedar melakukan kegiatan wisata. Sebenarnya Borobudur yang merupakan situs peninggalan sejarah purbakala memiliki potensi lain yang dapat dikembangkan khususnya dalam bidang pendidikan (baca juga mengenai Borobudur Sebagai Laboratorium). Banyak sekali hal yang dapat kita pelajari mulai dari sejarah, seni, arsitektur, kimia, biologi, fisika dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui sejarah tentang Candi Borobudur secara lengkap anda dapat mengunjungi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Di sana tersedia berbagai fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan laboratorium.

Di perpustakaan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur disediakan empat ribu lebih buku-buku mengenai Borobudur baik tetang sejarah, arkheologi, arsitektur, konservasi, buku-buku atau makalah hasil kajian/studi serta hasil skripsi yang berkaitan dengan Borobudur.

Laboratorium yang disediakan antara lain laboratorium Fisik & Petrografi, laboratorium Mikrobiologi, laboratorium Kimia, SEM (scanning electron microscope), laboratorium lapangan (stasiun klimatologi).

Laboratorium yang ada di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur digunakan untuk melakukan analisis benda-benda cagar budaya dan melakukan pengembangan metode konservasinya.

Oleh: Arif Gunawan | April 28, 2008

Borobudur Spiritual Art

Borobudur Spiritual Art (BSA) digelar dari tanggal 25 April hingga 27 April 2008. Acara ini diadakan di area Taman Wisata Candi Borobudur. Selain digelar pameran budaya, bazar dan pentas seni, juga diadakan dialog spritual.

Borobudur Spiritual Art merupakan gagasan dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi). Acara ini diikuti oleh sejumlah komunitas baik Islam, Kristen, Budha, Hindu, Konghucu maupun aliran kepercayaan. Pesertanya tidak hanya dari Indonesia saja melainkan dari beberapa negara tetangga.

Tujuan dari acara tersebut adalah menggali dan menghidupkan spiritualitas Candi Borobudur melalui kesenian. Dari acara tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Candi Borobudur.

Acara tersebut dimulai dengan defile kebudayaan, acara defile sendiri diikuti oleh 16 kelompok kesenian dari daerah di sekitar Borobudur.

Peserta defile terdiri dari pasukan pembawa bendera Merah Putih dan bendera Lesbumi sebagai penyelenggara acara ini, diikuti oleh pasukan drumband. Selanjutnya adalah Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) dilanjutkan olehbedug dan gamelan raksasa Pradonggo Yasa dari Yogyakarta.

Barisan selanjutnya adalah atraksi api dari perguruan Linggar Jati, disusul oleh seni Kubro Siswo Tsani Siswo, kesenian ndolalak putri Arum Lestari dari Giri Tengah Borobudur. Kemudian Kesenian Soreng Wargo Setuju dilanjutkan warokan anak Mataya Turonggo Krido. Kelompok selanjutnya adalah Liongsamsi Panca Naga dari Muntilan, dilanjutkan dengan topeng purba Putra Rimba, Truntung Dayak massal Warangan Merbabu, grup jatilan Lestari Krido Budoyo, topeng butho Turonggo Yudho, grup rebana Kalimosodo dan becak hias dari Paguyuban Becak Wisata Borobudur.

Acara tersebut di buka oleh ketua DPR RI Agung Laksono, dalam sambutannya berharap agar kegiatan BSA dapat menggali peradaban yang bersumber dari spiritualitas sehingga keberagaman menjadi lebih santun beradab dan berbudaya.

Oleh: Arif Gunawan | April 28, 2008

Kerusakan dan Pelapukan Benda Cagar Budaya

Yang dimaksud dengan kerusakan benda cagar budaya adalah suatu proses perubahan bentuk yang terjadi pada suatu benda dimana jenis dan sifat fisik maupun kimiawinya tetap berubah. Sedangkan pelapukan adalah proses penguraian dan perubahan dari bahan asli ke bahan lain dimana sifat fisik dan kimia dari benda tersebut mengalami perubahan.

Kerusakan fisik

Kerusakan fisik adalah jenis kerusakan benda cagar budaya yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik misalnya: suhu, kelembapan, angin, air, hujan, penguapan. Kerusakan yang diakibatkan faktor di atas antara lain mengelupas, retak, pecah, dan lain-lain.

Kerusakan mekanis

Yang dimaksud dengan kerusakan mekanis adalah kerusakan benda cagar budaya yang diakibatkan oleh gaya mekanis. kerusakan yang terjadi adalah retak, geser, dan lain-lain.

Pelapukan khemis

Pelapukan khemis adalah pelapukan yang terjadi akibat dari proses atau reaksi kimia. Faktor yang berperan adalah air, penguapan, suhu. Kerusakan yang terjadi dapat berupa proses oksidasi, hidrasi, hidrolisis, karbonasi, sulfatasi, dan lain-lain.

Pelapukan biologis

Pelapukan biologis adalah pelapukan yang erjadi akibat adanya kegiatan mikroorganisme, seperti lumut, algae, jamur, bakteri, serangga, dan lain-lain. Kerusakan yang ditimbulkan berup diskomposisi struktur benda, pelarutan unsur dan mineral, dan lain-lain.

Penyebab kerusakan dan pelapukan benda cagar budayadapat dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang berpengaruh terhadap kerusakan dan pelapukan benda meliputi: kualitas dan jenis bahan, tehnologi pembuatan/struktur bangunan, letak/posisi bangunan, sifat tanah dasar, letak geografis.

Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kerusakan dan pelapukan benda meliputi faktor fisis, biologis, kimiawi, manusia, bencana alam dan lain sebagainya.

Oleh: Arif Gunawan | April 25, 2008

Pengaruh Pemanasan Global di Borobudur

Sesuai dengan tupoksinya, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur akan mengadakan beberapa kajian dalam bidang konservasi, teknik sipil, arsitektur, geologi, kimia, biologi, arkheologi di lingkungan candi Borobudur dan peninggalan purbakala lainnya.

Salah satu tema yang akan diangkat adalah tentang pengaruh pemanasan global terhadap candi Borobudur. Kajian tersebut berupa kajian data stasiun klimatologi yang ada di Candi Borobudur. Data yang ada saat ini berupa data klimatologi semenjak dimulainya pemugaran candi Borobudur. Data klimatologi berupa temperatur, kelembapan, curah hujan, penguapan dan lain-lain. Data klimatologi tersebut nantinya akan dikorelasikan dengan data-data kerusakan candi Borobudur (observasi pertumbuhan jasad, dan lain-lain). Hasil evaluasi data tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pelaksanaan konservasi khususnya Candi Borobudur. Untuk tahap selanjutnya dapat dicarikan rumusan metode baru dalam pelaksanaan konservasi yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

Dalam melaksanakan kajian ini Balai Konservasi Peninggalan Borobudur akan menggandeng ahli maupun pakar dari pihak luar yaitu ahli dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Oleh: Arif Gunawan | April 25, 2008

Metode Konservasi BCB dari Perunggu

Benda cagar budaya yang terbuat dari perunggu kebanyakan telah mengalami korosi saat ditemukan. Kerusakan perunggu biasanya disebabkan adanya pengaruh kelembapan dan kondisi di sekitarnya. Khlorida, karbonat, oksida dan sulfat menjadi penyebab terjadinya korosi pada perunggu.

Dalam melakukan konservasi terhadap bcb dari perunggu harus dilakukan secra hati-hati, karena tidak semua korosi pada perunggu berbahaya. Yang harus diperhatikan adalah lapisan patina dari perunggu tersebut jangn sampai rusak atau hilang karena dapat menyebabkan kerusakan perunggu semakin parah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Arif Gunawan | April 24, 2008

Konservasi Benda Cagar Budaya

Secara harafiah konservasi mempunyai arti pengawetan. Namun implementasi konservasi bcb (benda cagar budaya) lain dengan konservasi obyek pada umumnya. Misal kita sering menjumpai kata konservasi lahan kritis, konservasi hutan, konservasi sumber daya alam, dan lain-lain.

Konservasi bcb (benda cagar budaya) dapat diartikan sebagai upaya yang sistematis dan alamiah untuk pemeliharaan dan mengawetkan benda sehingga dapat bertahan lebih lama. Tumpuan konservasi terletak pada ilmu bahan dan tehnologi bahan. Maka pengertian konservasi yang lebih luas dapat didefinisikan sebagai berikut:

· Mengetahui sifat-sifat bahan yang dipakai untuk pembuatan bcb (benda cagar budaya).

· Untuk mengetahui penyebab kerusakan, pelapukan, dan pengendalian/ pencegahan terhadap kerusakan benda.

· Memperbaiki keadaan/kondisi benda

Baca Lanjutannya…

Oleh: Arif Gunawan | April 23, 2008

Perjalanan ke Sawahlunto (habis)

rapat di kantor walikota menbahas rencana pengembangan situs lubang air dingin, dipimpin langsung oleh walikota Sawahlunto H. Amran Nur

Rapat di Museum Gudang Ransum Sawahlunto membahas rencana kerja bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar dan Pemkot Sawahlunto.

Oleh: Arif Gunawan | April 4, 2008

perjalanan ke Sawahlunto (3)

Kisah lain yang menarik tentang Sawahlunto adalah cerita mengenai manusia rantai. Manusia rantai sendiri adalah istilah untuk tahanan yang dijadikan pekerja paksa di dalam tambang. Mereka tidak berhak mempunyai nama, identitas mereka hanyalah nomor. bahkan sampai matipun mereka tidak berhak menyandang nama, sehingga batu nisan mereka cuma tertulis angka nomor. Kebanyakan dari mereka berasal dari Jawa. Mereka diperlakukan tidak layak, bahkan disebarkan rumor kalau orang rantai merupakan penjahat yang berbahaya sehingga masyarakat sekitar takut bila bertemu dengan orang rantai. Mungkin cara tersebut digunakan orang belanda agar masyarakat sekitar membenci dan tidak merasa kasihan dengan orang rantai.

Pekerja tambang dibagi dalam beberapa kelas, yang terendah adalah manusia rantai yang tidak diberi upah. Selanjutnya adalah para kuli kontrak, mereka masih dapat upah walaupun cuma sedikit. Kemudian para mandor, kebanyakan para mandor adalah orang Indonesia yang menjadi kaki tangan Belanda. mereka pintar menjilat dan sangat kejam.

Ada kisah tentang manusia rantai yang bernama Karta, dia berhasil melarikan diri setelah berhasil membunuh mandor pribumi yang kejam. kemudian dia bersembunyi di hutan sekitar Sawahlunto. Menurut cerita ia menjalin hubungan cinta dengan seorang gadis desa setempat. namun cinta mereka tidak direstui oleh orang tua mereka.

Masih banyak kisah lain yang menarik dan juga misteri-misteri yang masih menyelimuti keberadaan tambang batubara Sawahlunto.

…….bersambung….

Oleh: Arif Gunawan | April 4, 2008

perjalanan ke Sawahlunto (2)

goedangransoem1.jpg
goedangransoem51.jpg
goedangransoem13.jpg
goedangransoem11.jpg
katrok11.jpg
Museum Gudang Ransum dulunya merupakan dapur umum untuk menyiapkan konsumsi bagi para pekerja tambang.
sawah9.jpg
bersambung ……
Oleh: Arif Gunawan | April 3, 2008

perjalanan ke Sawahlunto

jamandoeloe1.jpg

Sawahlunto jaman dulu

img_0035.jpg

Salah satu lubang tambang kuna. Lubang tersebut rencananya akan dibuka utuk objek pariwisata. Menurut pendapat ahli lubang tersebut merupakan lubang tambang yang pertama kali dibuka oleh belanda. batubara yang terkandung di dalamnya diduga merupakan batubara dengan kualitas yang bagus. Jalan masuk ke lubang tambang tersebut berupa lorong dengan kemiringan sekitar 45o .Lubang tersebut terdiri dari beberapa tingkat, tapi yang dapat diakses hanya satu tingkat karena tingkat dibawahnya sudah terendam oleh air. Posisi lubang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk yang dulunya merupakan barak-barak pekerja tambang.

img_0014.jpg i21.jpg

kondisi dalam lubang tambang

 

 

bersambung……

 

 

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori