• twitter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Anda Pengunjung ke

  • Data Klimatologi, Stasiun Klimatologi Borobudur

    Jumlah Curah Hujan Tahun 2011
    No BULAN CURAH HUJAN
    1 Januari 358,0 mm
    2 Februari 139 mm
    3 Maret 175,55 mm
    4 April 193 mm
    5 Mei 109,0 mm
    6 Juni 0 mm
    7 Juli 7,5 mm
    8 Agustus 0 mm
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Jumlah Penguapan Panci Terbuka Tahun 2011
    No Bulan Penguapan
    1 Januari 101,92 mm
    2 Februari 94,31mm
    3 Maret 111,99 mm
    4 April 100,88 mm
    5 Mei 137,28 mm
    6 Juni 118,12 mm
    7 Juli 136,96 mm
    8 Agustus 143,28 mm
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Rata-rata Kelembapan Tahun2011
    No Bulan Kelembapan
    1 Januari %
    2 Februari %
    3 Maret 81 %
    4 April 83 %
    5 Mei 81%
    6 Juni 79 %
    7 Juli 75 %
    8 Agustus 74 %
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Rata-rata Temperatur Udara (oC) Tahun2011
    No Bulan Temperatur
    1 Januari
    2 Februari
    3 Maret 26,1
    4 April 26,3
    5 Mei 26,5
    6 Juni 25,1
    7 Juli 25,9
    8 Agustus 24,8
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Basmi Tikus Kantor
  • April 2008
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

Metode Konservasi BCB dari Perunggu

Benda cagar budaya yang terbuat dari perunggu kebanyakan telah mengalami korosi saat ditemukan. Kerusakan perunggu biasanya disebabkan adanya pengaruh kelembapan dan kondisi di sekitarnya. Khlorida, karbonat, oksida dan sulfat menjadi penyebab terjadinya korosi pada perunggu.

Dalam melakukan konservasi terhadap bcb dari perunggu harus dilakukan secra hati-hati, karena tidak semua korosi pada perunggu berbahaya. Yang harus diperhatikan adalah lapisan patina dari perunggu tersebut jangn sampai rusak atau hilang karena dapat menyebabkan kerusakan perunggu semakin parah.

Sebelum melakukan tindakan konservasi, perlu dilakukan observasi dulu terhadap jenis kerusakannya sehingga diketahui faktor yang menyebabkan korosi.

Ada beberapa cara untuk melakukan konservasi pada perunggu yaitu pembersihan kimiawi, elektrokimia, elektrolisa dan cara tradisional. sebelum dilakukan tindakan konservasi sebaiknya perunggu yang kotor dibersihkan dahulu secara mekanis menggunakan sikat dengan air dingin diselingi penyiraman air panas. hal tersebut dimaksudkan agar debu dan kerak yang menempel pada permukaan perunggu terlepas

Pembersihan Kimiawi

Bahan kimia yang dipakai adalah Alkali Gliserol berupa campuran 120 gr sodium hidroksida (NaOH) dan 40 ml gliserin. kedua bahan tersebut dilarutkan dengan aquadest sampai mencapai volume 1000 ml. metode pembersihannya adalah kapas yang telah dibasahi dengan Alkali Gliserol ditempelkan pada permukaan perunggu. Tunggu sampai kapas berubah warna jadi biru. lepas kapas kemudian perunggu dicuci di bawah air mengalirdengan menggunakan sikat nilon secara hati-hati. jika masih terdapat korosi pada permukaan perunggu pembersihan dapat diulangi sampai bersih.

Bahan lain yang digunakan adalah Alkali Roshella Salt (Sodium Potasium Tartrate). Bahannya terdiri dari 50 gr NaOH dan 150 gr sodium potasium tartrate yang dilarutkan dengan aquadest sampai mencapai volume 1000 ml. Dapat juga digunakan campuran Sodium karbonate dan Sodium bikarbonate dengan kadar 10%. Metode pembersihannya sama dengan metode pembesihan dengan Alkali Gliserol.

Elektrokimia

Bahan yang digunakan adalah 5% larutan NaOH dan seng granular. Seng butiran berfungsi sebagai kutub positif sedangkan perunggu yang akan dibersihkan berfungsi sebagai kutub negatif. Pembersihan dilakukan secara hati-hati. lama perendaman sekitar 1 menit, kemudian dicuci di bawah air mengalir. ulangi pembersihan sampai perunggu bersih.

Elektrolisa

Bahan yang diperlukan adalah 50% NaOH, 2 lembar lempengan besi, accu 12 volt. Lempengan besi sebagai kutub positif sedangkan perunggu dihubungkan dengan kutub negatif. Permukaan perunggu harus bersih dari debu dan kerak yang menempel agar proses aelektrolisa tidak terganggu. lama elektrolisa sekitar 0,5 – 1 menit kemudian dicuci di bawah air mengalir. Dapat diulangi bila belum bersih.

2 Tanggapan

  1. bagaimana cara merawat situs budaya yang terbuat dari kuningan dan emas? Apakah perlu juga menggunakan bahan kimia?

  2. bagaimana cara melakukan konservasi terhadap BCB yang terbuat dari bahan-bahan organik, seperti LOntar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: