• twitter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Anda Pengunjung ke

  • Data Klimatologi, Stasiun Klimatologi Borobudur

    Jumlah Curah Hujan Tahun 2011
    No BULAN CURAH HUJAN
    1 Januari 358,0 mm
    2 Februari 139 mm
    3 Maret 175,55 mm
    4 April 193 mm
    5 Mei 109,0 mm
    6 Juni 0 mm
    7 Juli 7,5 mm
    8 Agustus 0 mm
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Jumlah Penguapan Panci Terbuka Tahun 2011
    No Bulan Penguapan
    1 Januari 101,92 mm
    2 Februari 94,31mm
    3 Maret 111,99 mm
    4 April 100,88 mm
    5 Mei 137,28 mm
    6 Juni 118,12 mm
    7 Juli 136,96 mm
    8 Agustus 143,28 mm
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Rata-rata Kelembapan Tahun2011
    No Bulan Kelembapan
    1 Januari %
    2 Februari %
    3 Maret 81 %
    4 April 83 %
    5 Mei 81%
    6 Juni 79 %
    7 Juli 75 %
    8 Agustus 74 %
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Rata-rata Temperatur Udara (oC) Tahun2011
    No Bulan Temperatur
    1 Januari
    2 Februari
    3 Maret 26,1
    4 April 26,3
    5 Mei 26,5
    6 Juni 25,1
    7 Juli 25,9
    8 Agustus 24,8
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Basmi Tikus Kantor
  • April 2008
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

Studi Teknis Arkheologi

Apabila dari hasil studi kelayakan, bangunan tersebut dinyatakan layak atau tidak layak dipugar perlu ditindaklanjuti dengan STA dengan hasil akhir berupa perencanaan pemugaran/ konservasi. (baca mengenai Studi Kelayakan)

Parameter studi yang dilakukan dalam STA hampir sama dengan Studi Kelayakan, namun kualitas dan kuantitas studinya dipertajam. Di samping itu perlu juga dilakukan penelitian-penelitian tambahan lainnya yang terkait dengan upaya konservasi dan pemugaran bangunan cagar budaya, misalnya: studi geohidrologi, geoteknik, pengujian bahan konservasi, dan analisis di laboratorium sampai diperoleh bahan dan metode konservasi yang cocok dan tidak menimbulkan dampak negatif pada benda cagar budaya maupun lingkungannya.

Setelah diperoleh bahan dan metode konservasi/pemugaran yang cocok dan dapat dipertanggungjawabkan maka segera dibuat perencanaan yang dilengkapi dengan schedulle, sarana dan prasarana yang diperlukan, pembebasan tanah bila perlu, serta RAB.

Untuk lebih jelasnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam STA adalah sebagai berikut:

1. Studi Kepustakaan. Kegiatan ini melengkapi kegiatan yang telah dilakukan di dalam Studi Kelayakan.

2. Survei/ Studi Lapangan

a) Memastikan kedudukkan lapisan budaya (maaiveld)

b) Memastikan kelengkapan arca dan elemen lepas lainnya

c) Interpretasi letak pripih/relic pada bangunan sebagai dasar pembongkaran

d) Memperjelas kondisi situs secara kontekstual

e) Menginventarisir keadaan lingkungan budaya

f) Menginventarisir masyarakat pendukungnya saat sekarang

g) Disain dan tata letak bangunan harus sudah diketahui secara definitive

h) Studi teknologi pembuatan bangunan yang diteliti

i) Kelengkapan bangunan yang dapat direkonstruksi dan tidak sudah dapat ditentukan

j) Menginterpretasikan lanskap pasca pemugaran/konservasi

k) Jenis bahan bangunan secara detail sudah diketahui termasuk hubungan antar elemen bangunan

l) Studi struktur tanah bawah bangunan dan lingkungannya

m) Mapping tingkat keterawatan dan kerusakan/pelapukan

n) Analisis kerusakan structural dan material

o) Detail pengukuran dan penggambaran sudah dilakukan

p) Kondisi bangunan yang masih insitu dan komponen/elemen bangunanyang runtuh dan berserakan sudah diinventaris, diukur, digambar, disusun percobaan.

q) Dilakukan rekonstruksi dua dimensi sebagai dasar rekonstruksi tiga dimensi (secara fisik)

r) Lingkungan fisik, klimatologi, dan kemungkinan adanya polusi sudah direkam dan diteliti

s) Perlu dibuat rencana pemintakatan untuk perlindungan bcb

t) Perlu diteliti sistem drainase yang asli dan dianalisis kemampuannya dan ditentukan langkah-langkah ke depan

u) Penerapan UU, PP, Kepmen, Perda, dsb

v) Semua kegiatan harus direkam secara verbal maupun piktoral sebagai data dokumentasi, termasuk rencana pendokumentasian pada waktu pelaksanaan pemugaran/konservasi

3. Penelitian Laboratorium

a) Analisis komposisi dan sifat-sifat bahan bangunan yang digunakan, termasuk kekuatannya

b) Analisis jenis, faktor, proses, dan akibat dari kerusakan dan pelapukan yang terjadi

c) Analisis dan pengujian bahan konservasi

d) Analisis penentuan metode konservasi

e) Analisis struktur tanah dan kekuatannya

f) Analisis struktur bangunan

g) Analisis artefaktual lainnya

h) Penelitian lainnya dalam konteks konservasi/ pemugaran bangunan cagar budaya.

4. Perencanaan Pemugaran/Konservasi

Di dalam perencanaan pemugaran/konservasi bcb ini meliputi:

a) Latar belakang sejarah (termasuk latar keagamaannya)

b) Penyajian data-data arkeologis dan teknis hasil observasi yang sudah dikompilasi

c) Analisis data termasuk analisis di laboratorium

d) Metode pemugaran/konservasi

e) Schedulle pemugaran/konservasi

f) Sarana dan prasarana yang diperlukan

g) RAB

h) Lampiran-lampiran gambar maupun foto

i) Referensi yang digunakan

Namun demikian sebelumnya perlu ditentukan teknik pemugarannya (pemugaran total, pemugaran sebagian, konsolidasi struktur) atau konservasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: