• twitter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Anda Pengunjung ke

  • Data Klimatologi, Stasiun Klimatologi Borobudur

    Jumlah Curah Hujan Tahun 2011
    No BULAN CURAH HUJAN
    1 Januari 358,0 mm
    2 Februari 139 mm
    3 Maret 175,55 mm
    4 April 193 mm
    5 Mei 109,0 mm
    6 Juni 0 mm
    7 Juli 7,5 mm
    8 Agustus 0 mm
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Jumlah Penguapan Panci Terbuka Tahun 2011
    No Bulan Penguapan
    1 Januari 101,92 mm
    2 Februari 94,31mm
    3 Maret 111,99 mm
    4 April 100,88 mm
    5 Mei 137,28 mm
    6 Juni 118,12 mm
    7 Juli 136,96 mm
    8 Agustus 143,28 mm
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Rata-rata Kelembapan Tahun2011
    No Bulan Kelembapan
    1 Januari %
    2 Februari %
    3 Maret 81 %
    4 April 83 %
    5 Mei 81%
    6 Juni 79 %
    7 Juli 75 %
    8 Agustus 74 %
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Rata-rata Temperatur Udara (oC) Tahun2011
    No Bulan Temperatur
    1 Januari
    2 Februari
    3 Maret 26,1
    4 April 26,3
    5 Mei 26,5
    6 Juni 25,1
    7 Juli 25,9
    8 Agustus 24,8
    9 September
    10 Oktober
    11 November
    12 Desember
  • Basmi Tikus Kantor
  • Desember 2016
    S S R K J S M
    « Agu    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Kategori

Resume Studi

Laporan Studi

Pembersihan Lumut Dengan Pemanasan

Oleh: Arif Gunawan, Rifki Kurniadi, Wahyu Setiyono

Lumut merupakan salah satu organisme penyebab pelapukan dan kerusakan bangunan-bangunan benda cagar budaya, baik bangunan yang terbuat dari batu maupun bata. Lumut mempunyai pengaruh yang lebih serius dalam proses pelapukan batuan, karena akar lumut mampu menyusup ke dalam pori-pori batuan sambil mengeluarkan zat-zat organik yang bersifat korosif terhadap sebagian mineral batuan. Pertumbuhan organisme perusak pada batu dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan pelapukan batu. Hal tersebut terjadi karena organisme tersebut mengambil mineral terlarut dari batuan pada saat melakukan aktivitasnya. Selain itu juga terjadi degradasi mineral pada batuan itu sehingga batuan menjadi rapuh dan rusak. Untuk menghindari kerusakan batuan lebih lanjut perlu dipikirkan metode pembersihan batu dari pertumbuhan organisme-organisme yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan pelapukan batuan. Tujuan studi pengembangan metode pembersihan lumut dengan pemanasan adalah untuk mengetahui efektifitas dan keamanan pembersihan lumut dengan pemanasan. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan alternatif lain dalam pelaksanaan pembersihan benda cagar budaya yang terbuat dari batu
Selama ini metode pembersihan lumut yang dilakukan dalam pembersihan batu di Candi Borobudur adalah pembersihan secara kimiawi dan mekanis. Metode pembersihan kimiawi menggunakan bahan kimia Hivar XL dengan konsentrasi 1 %. Pembersihan secara mekanis berupa penggosokan dengan sikat baik secara kering maupun basah. Metode lain yang digunakan adalah pembersihan secara fisik menggunakan steam cleaner. Dari hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan menerangkan bahwa metode pembersihan yang dipakai mempunyai kelemahan, khususnya pembersihan secara mekanis dan steam cleaner. Kelemahan tersebut di antaranya adalah menimbulkan efek kerontokan pada permukaan batu.
Berdasarkan hasil penelitian metode pembersihan lumut dengan pemanasan lebih efektif dibandingkan dengan pembersihan secara mekanis, tetapi metode pembersihan dengan pemanasan ini kurang aman untuk digunakan pada benda cagar budaya karena adanya kontak langsung antara permukaan benda dengan api. Dari pengamatan mikroskopis terlihat adanya perubahan pada permukaan batu yang terjadi setelah dilakukan proses pemanasan.

Hasil Studi telah diseminarkan.

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur,2007

%d blogger menyukai ini: